Siapa Sebenarnya DiriMu?

Satu soalan ingin ku tanya pada mu.

Siapa Sebenarnya DiriMu?

Mengapa? Mengapa harus dirimu tidak tuturkan keputusan mu itu sendiri. Dengan suara mu. Mengapa dirimu memilih hanya titipkan keputusan mu melalui message? Sedangkan baru sahaja dirimu meletakkan bicara telefon denganku. Bukankah tindakan itu bercanggah dengan kewibawaan mu? Bukankah itu mengundang prasangka tidak baik dalam diriku terhadapmu?

Sedangkan sudah ku tahu inilah keputusanmu sejak dari awal pagi pada hari tu. Allah anugerahkan petunjuknya kepada mereka yang benar mendahului percaturan mu. Kamu lupa Allah? Allah itu pelindung kepada mereka yang diinaya?

Dirimu lupa? Engkau merancang, tapi ada Allah Azawajalla yang Mengurus dan Merancang segalanya. Mengawasimu, memerhatikan mu, mendengar bicara hati mu setiap detik, merekodkan setiap percaturanmu. Jangan kau lupa, Allah juga mengukur setiap pahala dan doa mu dan aku atas setiap tindak tanduk yang halus dan kasar.

Aku sungguh tidak mengerti! Apa tujuanmu sebenarnya? Apa matlamatmu? Adakah dirimu bersama Allah Azawajalla ketika berterus terang bersama message mu itu? Atau dirimu diselubungi nafsu materialistik dan perancangan habuan-habuanmu? Atau dirimu menurut ikutan nasihat sahabatmu semata? Kemana hala tuju semua ini?

Kekal dalam ingatan ku, ” Hati-hati dengan penunggang agama” pesananmu. Diketika ini seolah-olah bayangan pesanan itu sesuai dengan dirimu dan sahabatmu. Bak kata pepatah melayu, ‘Kerana nila setitik, Habis susu sebelanga‘ .

Sesungguhnya aku tersalah mengerti siapa dirimu sebenarnya. Di lubuk soleh mana pun dirimu berada! Seputih manapun jubah yang kau sarungkan! Pangkat agama mana yang kau banggakan itu! Sebanyak manapun amal-amal baik yang kau sebut-sebutkan padaku! Bait-bait nasihat Islamik manapun kau berpesan pada ku! Akhlak mulia yang kau pertontonkan terhadap Ayahanda ku dan diriku! Sebenarnya aku keliru siapa dirimu sebenarnya. Siapa Sebenarnya DiriMu?

Walau apapun, kesemua ini, aku yakin, ujian Allah semata-mata. Berjaya mengaburkan hati dan perasaan ku terhadap akhlak dan dirimu yang sebenar. Aku gagal. Gagal mengenal siapa dirimu sebenarnya. SubhanAllah. Allah lah yang mengabarkan segala-segalanya tentang mu. Sesungguhnya Aku Berlindung dengan nama Allah Maha Pengasih dan Penyayang daripada syaitan yang direjam dan orang-orang yang zalim.

Siapa sebenarnya dirimu? Tidak kau takut dengan Allah Azawajalla yang senantiasa memerhati hambaNYA-hambaNYA?

Diketika ini aku amat bersyukur kepada Allah Yang Mana Penyayang dan Pengasih menutup pintu mu. Sungguh aku bersyukur. Alhamdulillah. Semoga Allah memberi kekuatan kepadaku untuk terus melangkah. Melangkah tinggalkan dirimu dan bayang-bayangmu di hujung benua sana. Tiada ku ingin melintasi lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s