Soul Diseases

The disease that knowledge bring is arrogance, and the disease that worship bring is showing off

by Ibnu Taimiyyah

By nature Human is plagued with many diseases, spanning from the physiological, to metaphysics until the unseen, the soul one. The first two diseases can be possibly detected through various medical methods. Nevertheless the third one, the soul disease is challenging to be detected.

Ibnu Taimiyyah recommended two indicators to identify when one (or even ourselves) is being plagued with the disease resulted from knowledge and worship. If one is enriched with knowledge while he/she is not purifying the heart, then arrogance will conquers him/her. This can be displayed through their arrogance behavior. On the other hand, if he/she ‘dedicated’ him/herself to God through endless worships, then he/she has the tendency showing off all his/her worships to others. This could be suggesting that their worship is not authentically for God but only for people to see and gain worldly benefits.

In a nutshell, we have to always alert and take caution with our intention and the state of our soul in pursuing the journey to be a learned person and devout soul to God. Both have challenges in the pursuit of our authentic goals. Always purify the soul and then let the purified soul to be the compass to navigate and orienting the direction.

Advertisements

Jika kamu dikecewakan …

Jika kamu dikecewakan datangilah Allah Azawajalla segera. Hanya Allah lah sahaja yang berkuasa menghilangkannya. Kerana Allah lah sahaja yang ada penawarnya.

Jangan tunggu. Jangan berlengah-lengah. Jangan terus tinggal dalam gua kekecewaanmu. Sebaliknya, sempurnakanlah perasaan kecewamu itu dengan kembali kepada Allah Azawajalla. Pulangkanlah kekecewaan mu itu pada penciptanya, Allah Azawajalla. Bagaimana? Munajat lah dengan Allah dalam solat-solatmu dan doa-doamu terutamanya satu pertiga malam. Dan juga basahkan lidah dan bibirmu dengar zikrullah. Allah mendengar rintihan hatimu dan tidak akan ada satupun akan terlepas dan disia-siakanNYA.

Kamu tidak boleh terus kecewa dan bersedih dengan sesuatu atau seseorang penyebab kepada kekecewaan dan kesedihanmu. Mengapa? Awas! Ia akan mengundang kecelakaan besar terhadap dirimu! Bagaimana? Perasaanmu itu akan terus membara membara dan membesar dengan maraknya. Dan akhirnya, hatimu yang kecewa dan sedih itu akan beransur-ansur beralih kepada kebencian! Akibatnya dirimu akan selalu hidup diselubungi amarah ini. Seluruh energimu akan dimagnetkan sehingga tidak tersisapun kepada amarah ini. Tidakkah ini satu kehidupan yang sia-sia?

Mintalah Allah menjaga dirimu dan seluruh kehidupanmu sejak kamu diciptakan Allah dalam rahim ibumu, sehingga ketika ini, dan sehinggalah hari Kiamat. Mintalah pertolongan dan kekuatan dari Allah untuk tinggalkan kekecewaan dan kesedihanmu serta segala punca-puncanya itu. Dan secepat mungkin terus berfikir semuanya itu hanya ujian semata-mata dari Allah Ta’ala. Jadi dengan rahmat dan redha Allah maka akan terpadamlah perasaan kecewa, kesedihan mahupun kemarahan itu dalam dirimu, dan akhirnya perlahan-lahan ketenangan akan menyelinap ke dalam hatimu seterusnya memenuhi ruangan hatimu dan akhirnya bertahta di hatimu. InsyaAllah.

Berusahalah! Kerana dirimu sangat berharga. Setiap detik masa kehidupan yang berlalu tidak mungkin boleh dikembalikan semula.

Subhanallah. Allahuakbar. Alhamdulillah

Bacaan tambahan: Meraih ketenangan hati yang hakiki https://muslim.or.id/5389-meraih-ketenangan-hati-yang-hakiki.html

Fear

Fear does not prevent death, it prevents life

by Naquib Mahfouz

Naquib words of wisdom tells you that you have to face the fear in you. The more you fear something, the more you need to deal with it. Why dealing it upfront is crucial? Simply, fear prevents you to pursue life. You need to overcome fear in order to progress in life.

If you did make attempts to deal with your fear and failed many times, do not despair. Try again, and again until you landed with the one or several that kills your fear permanently.

I believe it’s not the solution that makes you stronger to face fear. However, unconsciously the skills that you’ve developed in the process of striving to overcome your fear is the gold! That harnessed skills are the one that are making you a stronger person. So keep it going!

Read More and Different Contents

How I can think differently from others? I mean how I can enrich my ideas, knowledge and understanding on something and take different path from others?

Read! Yes that answer is R.E.A.D.!

Read books or read quality materials with substance. And more specifically, read books or materials different from others. Since the content of I read serves as fuel to my thoughts, this serves that path for thoughts. If I read same books like others, my idea and thoughts are going to be the same like others. In addition reading the common books or materials, I need to explore other good books/materials (rare materials) to pave different paths or alternatives. Just like the saying of Haruka Murakami:

If you only read the books that everyone else is reading, you only think what everyone else is thinking!

Perbaiki Akhlak ku Ya Allah

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ

“Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

سُبْحَانَ اللّهِ  – والْحَمْدُللّهِ –  وَ لا اِلهَ اِلَّا اللّهُ  – وَ اللّهُ اَكْبَرُلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بالله العلي العظيم

Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung

Ya Allah, Ya Rabb, sesungguhnya aku ini insan yang keras, maka lunakkanlah aku

Ya Allah, Ya Rabb, sesungguhnya aku ini insan yang lemah, maka kuatkanlah aku

Ya Allah, Ya Rabb, sesungguhnya aku ini insan yang lemah, maka kuatkanlah aku

Ya Allah, Ya Rabb, sesungguhnya aku ini insan yang lemah, maka kuatkanlah aku

Ya Allah, Ya Rabb, sesungguhnya aku ini insan yang bakhil, maka jadikanlah aku insan yang dermawan

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad, kepada para istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim; dan berikanlah karunia kepada Muhammad kepada para istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Maha Suci Engkau Ya Allah & segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.”

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

” Kabulkanlah Wahai Ya Rabb semesta Alam “

Don’t Worry Failing!

Be brave to face the reality of riding storms in your life. Successful people like Canfield, Edison, and Kiyosaki, always articulate positively about failingCanfield views failing is an opportunity to make attempts. Edison believes that failures are connected to how close we’re to succeed.  And interestingly, Kiyosaki sees failure as an essential part of the learning curve, thus failing is needed to become a learned person. Our experiences talk louder than these words. Don’t worry about failing, keep trying! Keep progressing! Success is just around the corner.

 

Don’t worry about failures,

Worry about the chances you miss

when you don’t even try.

 by  Jack Canfield

 

Many of life’s failures are people

who did not realize how close they were to success

when they gave up

by Thomas Edison

 

Successful people don’t fear failure

but understand that it’s necessary to learn and grow from

by Robert Kiyosaki

Milikmu Ketetapan Allah

Tiada yang Allah tetapkan untuk mu akan menjadi milik orang lain. 

Alhamdulillah.

Jadi usah bimbang tentang rezkimu. Semuanya Allah sudah tentukan, sekiranya ingin perbaikinya, minta lah pada Allah. Berdoalah. Merendah diri meminta pada Allah yang SATU. Allah yang menciptakan mu. Allah yang menanugerahkan padamu rezky. Allah yang mentadbir keseluruhan kehidupan mu dan makhluk-makhluk lain dan apa sahaja yang berada dilangit dan di bumi dan di antara kedua-duanya. Janji Allah benar.

Jangan minta dari sesuatu atau seseorang selain Allah. Itu syirik. Allah Maha Penyayang dan Pengasih. Tetapi hukuman Allah itu berat. Janji Allah benar.

Kehinaan Manusia, Kemulian Allah

Sekiranya kita diuji sehingga manusia memandang hina terhadap kita,

INGAT,

Sabar. Sabar dengan mendirikan solat. Dalam solat itu kita memuji dan membesarkan Allah. Dalam solat itu kita menyerah diri pada Allah melalui ujian kehinaan itu. Dengan solat itu kita mengakui kita ini hamba Allah dan ketidakupayaan kita kecuali dengan kekuatan dan pertolongan yang Allah berikan.

Jangan putus asa dengan rahmat dan pertolongan Allah. Kita juga kena ingat, susun atur kehidupan kita sudah tertulis oleh Allah Ta’ala. DIAlah Pencipta daripada penciptaan kita sehinggalah hembusan nafas kita yang terakhir. Kita ini semua dalam pentadbiran Allah. Kau, dia dan mereka semua juga dalam pentadbiran Allah Ta’ala. Tiada apapun yang kita lalui sepanjang kehidupan kita, diluar daripada pengetahuan dan pembalasan Allah Ta’ala. Semuanya dalam pentadbiran Allah.

Jadi ingat, kehinaan manusia lain terhadap kita, amat kecil berbanding dengan kemuliaan Allah terhadap kesabaran dan redha kita mengharungi ujianNYA.

Jadi sebab itu, penting untuk kita raih pandangan mulia Allah dengan setulus hati. Pandangan mulia manusia itu hanyalah semata-mata hadiah daripada redha dan rahmat Allah semata-mata.

Sembang

Pengisian ‘Sembang’ mengungkapkan bicaraku dalam bahasa ibundaku. Topik sembang? Tiada yang khusus. Sebab itu aku khusus slot ini hanya ‘Sembang’. Semoga perkongsian slot ini ada manfaatnya pada pembaca Sembang. InsyaAllah.

Bicaraku dengan Mu hanya dalam Diam, tapi Nyata

Walk the Journey*

“When life gives you lemon, make lemonade”

Relapse. Something that I’m struggling with. Today, yesterday and the other day, relapse knock me off again. If this happens I’m out of spirit to go to work. I feel drain to drag myself to work and to do anything. Stuck in the house, in bed, under the blanket. Soo gloomy feeling surrounding me. The feeling that is hard to describe. Only those who experience depression is able to feel it. Why can’t I departed with the blanket? Dark room stays like that even though, the night long gone. The sun is shining bright outside. 

Conversing with myself. Shucks! The effective strategy dealing with my relapse has past due! Is void for now. Again, I have to look for alternative strategies to deal with it. See, it is not that you don’t realize when you experienced shut-down. Perhaps this is just a minor shutdown. Praying so hard. 

Walk the journey. One thing that I want to do now enduring this short relapse is W.R.I.T.E! Yes, write. Write my brain out. Write my heart out. Write my frustration down. Write what’s bottled in me for the past months. 

Writing. At home. On this small varnished wooden dinner table. Ceiling fan is making noise. Unbelievably, delightful chirping of birds outside the sliding door add on to the squeaking fan. These are clutters of disturbance. Nevertheless, I’m not disturbed by them. Possessed in the desire to be heard. I’m tapping the keyboard a way, letting what ever cross my mind building the words, sentences and paragraphs expressing my thoughts, feelings and despair. I’m trying to practice positive thoughts in walking this journey. I love this one phrase “When life gives you lemon, make lemonade”. My encounter with this phrase in the most unexpected spot, the cheap grocery bag. This phrase moves my heart, and find its way naturally into my soul.

What am I doing actually through this writing? Attempting writing like a pro. Ghezz. Sometimes I feel like, ‘How the hell good writers put together words to create unforgettable sentences that trigger goosebumps and awe in you? Why can’t I write the same? What sorts of talents they have? Is it possible I develop the talents too? How do you create develop your talent to become a prolific writer. I love this word – prolific writer. Perhaps walking this journey, I’m able to transform my escapism to depression relapse into endless experiments to develop my talent as prolific writer? Why NOT since a wise man will react the same to life challenge ‘ When life gives you lemon, make lemonade? ‘

How do you develop your talent in writing? 


*This is a message to myself. I know it’s funny. But it is essential for me to beat relapse, thus, progress.